Senin, 01 Agustus 2011

Tips Mempersiapkan Anak Menjalani Puasa

Jakarta - Sehari lagi Ramadan akan datang. Apakah si kecil akan mulai berpuasa? Berikut ini tips untuk Anda mempersiapkan anak yang mulai siap menjalani puasa.

Puasa bagi anak-anak bisa jadi menakutkan karena kerap diasosiasikan dengan 'tidak makan dan minum sampai matahari tenggelam'. Namun kenyataannya saat sudah melihat orang dewasa berpuasa, anak-anak bisa jadi malah tertarik untuk mencoba. Mereka merasa 'inilah yang dilakukan orang dewasa'.

Berpuasa dari sebelum Subuh sampai Magrib bagi anak-anak yang baru mulai berpuasa tentu sulit. Oleh karena itu, orangtua perlu mempersiapkan anak sebelum mereka benar-benar siap menjalaninya.

Hanya saja puasa bisa berat jika anak sehari-harinya suka ngemil. Anak-anak yang sangat aktif bermain juga bisa bermasalah saat berpuasa.

Namun bukan berarti Anda tidak bisa mengajari si kecil agar kuat menjalani puasa. Selama anak dalam kondisi sehat, dia bisa mulai diperkenalkan pada puasa. Anak-anak bisa mulai diajak berpuasa saat usia mereka menginjak 7 tahun. Di masa itu, anak sudah cukup paham apa makna puasa dan bagaimana cara menjalaninya.

Berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan Anda agar anak semangat berpuasa:

1. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah jelaskan padanya soal konsep Ramadan. Dengan memberikan penjelasan tersebut, mereka bisa merasakan semangat Ramadan. Anak-anak biasanya belajar dan memahami semangat Ramadan ini dari orangtua mereka, kakek dan nenek, kakak atau anggota keluarga lainnya yang lebih tua. Saat anak sudah menyadari pentingnya puasa, dia secara otomatis akan belajar menghargai dan siap menjalaninya.

2. Sangat penting untuk Anda dan anggota keluarga lainnya tidak menunjukkan rasa lapar dan haus saat berpuasa di depan anak-anak. Tunjukkan pada anak kalau puasa itu harus dijalani dengan kesabaran dan tidak banyak mengeluh.

3. Untuk anak-anak yang baru menjalani puasa untuk pertamakalinya, Anda bisa mengajarinya untuk berpuasa hingga pukul 10.00 atau 12.00. Biasanya secara perlahan, anak akan bisa berpuasa hingga waktu yang lebih lama.

4. Usahakan Anda tidak lupa untuk selalu memberinya semangat agar terus berpuasa. Misalnya saja dengan mengatakan, "Kamu pasti bisa, tinggal dua jam lagi." Mengajak anak menyiapkan makanan untuknya berbuka puasa juga bisa jadi salah satu untuk menyemangatinya.

5. Memberikan hadiah setelah ia bisa menjalankan puasa sesuai kesepakatan yang sudah dibuat Anda dengan anak, tidak ada salahnya dilakukan, sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya itu. Agar lebih termotivasi, Anda bisa menjanjikan memberikan hadiah tersebut saat Lebaran.

6. Anda harus memastikan anak, makan yang cukup saat sahur.

7. Buatkan anak menu kesukaannya untuk makanan sahur dan buka puasa. Tanyakan padanya apa yang dia ingin makan saat sahur dan buka.

8. Jauhkan makanan-makanan yang bisa menggodanya, seperti cokelat atau es krim. Sembunyikan dulu makanan tersebut darinya. Usahakan juga agar anak tetap 'sibuk' selama puasa agar dia tidak terlalu ingat akan rasa lapar dan hausnya. Misalnya saja Anda bisa mengajak anak untuk membaca buku bersama, bermain game atau menonton film favoritnya.

Namun jangan juga mendorong anak melakukan permainan yang bisa membuatnya haus. Misalnya berlari-larian atau bermain di bawah terik matahari. Untuk anak-anak yang masih pemula, aktivitas tersebut bisa membuat mereka batal puasa.

9. Jika anak ternyata berbohong atau tidak kuat berpuasa sesuai kesepakatan yang sudah dibuat, jangan langsung memarahinya. Anak akan berbohong karena dia tidak mau mengecewakan orangtuanya.

10. Strategi lainnya agar anak semangat berpuasa adalah dengan membuat kompetisi sehat antar anak. Cara ini efektif jika anak memang memiliki teman sepermainan (teman di rumah atau sepupu yang seumuran) yang juga berpuasa dan tarawih. 'Kompetisi' ini bisa memotivasinya kalau mereka punya energi dan kekuatan yang sama dengan teman-teman mereka.



sumber : http://www.wolipop.com/read/2011/07/31/130926/1693191/857/tips-mempersiapkan-anak-menjalani-puasa

Kamis, 28 Juli 2011

TIPS MEMILIH BUAH BUAT BAYI

Buah yang Disarankan:
* Air jeruk sangat baik diberikan karena banyak mengandung vitamin C yang berfungsi memperbaiki lapisan-lapisan dalam pembuluh darah, termasuk lapisan mulut. Juga untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, penyembuhan luka, pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
* Pisang, sangat baik karena banyak mengandung kalori untuk pertumbuhan, vitamin C, kalium, kalsium. Pisang memiliki kadar tepung tinggi, dibanding buah semangka yang lebih banyak air dibanding tepungnya. Pisang juga mengandung mineral yang tinggi.
* Sari buah tomat dan pepaya. Saat memberikan sari buah tomat pada bayi, kulit ari dan biji tomat harus dipisahkan terlebih dahulu karena keduanya tidak dapat dicerna oleh pencernaan bayi. Tomat dan pepaya sangat baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, juga untuk kesehatan matanya.

Buah yang Harus Dihindari:
* Yang banyak mengandung serat, seperti sirsak. Sirsak dan buah lain yang seratnya panjang-panjang susah dicerna oleh bayi.
* Buah yang rasanya terlalu asam, karena dapat menyebabkan bayi sakit perut
* Buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti durian dan nangka cempedak.
Bayi Usia 7 -8 bulan
* Umumnya bayi telah mulai tumbuh gigi, jadi ia sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti mangga atau semangka.
* Penyajian buah untuk usia ini pun dapat lebih kental dari sebelumnya, dengan cara dijus, dikerok, atau dilumatkan
* Bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih gigi-giginya. Karena umumnya di usia ini bayi mulai belajar mengunyah.
* Buah yang sebaiknya dihindari di ini masih sama dengan untuk bayi umur 6 bulan.
Buah Untuk Usia 8-12 Bulan
* Menginjak usia 8 bulan, biasanya gigi-gigiya sudah semakin kuat, sehingga sudah memungkinkan untuk diberikan buah yang dipotong-potong, seperti semangka, mangga, pisang, pepaya yang dipotong kecil-kecil
* Pada usia 11-12 bulan, karena biasanya gigi-giginya sudah kuat dan lengkap, dianjurkan memberi buah yang dapat dimakan utuh, seperti pisang.
Seberapa Sering Pemberian Buah?
* Frekuensi pemberian buah sebaiknya disesuaikan dengan pemberian ASI dan makanannya.
* Mula-mula diberikan sekali dalam sehari terlebih dahulu. Misalnya, ibu ingin menggantikan waktu pemberian ASI yang biasanya diberikan pada jam 10 pagi dengan buah. Nah, buatkan jus pepaya atau perasan air jeruk.
* Setelah itu, lihat reaksinya. Kalau anak masih lapar, boleh saja ditambahkan ASI.
Hindari Buah Kalengan untuk Balita
Buah dalam kaleng, tak dianjurkan. Sedapat mungkin beri makanan/buah yang segar dan alami. Buah-buahan dalam kaleng biasanya telah diawetkan dan umumnya ditambahi beberapa zat tertentu. Walaupun disebutkan zat itu memenuhi persyaratan, tetapi kalau bisa mendapatkan makanan yang segar, lebih baik kita berikan buah segar. Harganya pun lebih murah dibanding buah kaleng.

Rabu, 27 Juli 2011

MANFAAT BUAH DAN SAYURAN BAGI ANAK

Buah dan sayuran menyumbangkan banyak sekali gizi untuk otak. Khususnya antioksidan dan zat fitokemikal, yaitu sekelompok bahan alami yang berkhasiat menyembuhkan. Buah dan sayuran juga mengandung beraneka ragam vitamin dan mineral. Meningkatnya asupan vitamin dan mineral berguna untuk meningkatkan IQ, khususnya pada anak dengan pola makan buruk. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mendorong anak-anak agar mengonsumsi cukup buah dan sayuran. Anjurannya adalah tiga porsi buah dan dua porsi sayuran per hari.

Buah merupakan sumber vitamin C, boron, selenium, dan karotenoid, sedangkan sayur-sayuran menyumbangkan zat besi, vitamin C, kalsium, selenium, vitamin B kompleks, magnesium, seng, dan boron.

Boron bertanggung jawab atas produksi gelombang positif otak, meningkatkan kewaspadaan, memori, dan konsentrasi. Vitamin C membantu penyerapan zat besi, yang mampu meningkatkan IQ dan membantu “menghidupkan” pikiran.

Banyak penelitian menunjukkan sebagian besar anak tidak cukup makan buah dan sayuran segar. Orang tua pada umumnya pernah merasakan beratnya “perjuangan” untuk dapat membuat anak mau makan buah dan sayuran.

Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan makan buah dan sayur pada anak adalah dengan variasi. Semakin banyak pilihan yang disukainya, makin besar kesempatan untuk menemukan hidangan yang mereka gemari.

Sajikanlah buah dan sayuran dengan berbagai cara. Misalnya, anak-anak biasanya lebih suka mencicipi potongan sayur mentah ketimbang yang dimasak. Selain itu, anak-anak biasanya lebih suka langsung menggunakan tangan daripada harus repot menggunakan sendok dan garpu. Potongan sayuran juga cocok untuk dicelupkan dalam saus, jadi siapkan saja saus celup yang bergizi agar anda dapat memetik dua manfaat sekaligus.

Jika anak anda menolak sayuran karena penampilannya, anda dapat mencampurkan beberapa jenis sekaligus, misalnya wortel, kubis, ubi, kacang polong, bahkan bawang Bombay, menjadi pure. Jika menurut mereka teksturnya keras, samarkan pure atau hasil belenderannya dalam saus, sup, pai, atau setup.

Seandainya buah dan sayuran hanya dapat diberikan dalam jumlah sedikit, sebisa mungkin cobalah membuatnya padat gizi, beli hasil pertanian sesegar mungkin, idealnya organtik dan ditanam local, serta pastikan anda tidak menyimpannya terlalu lama sebelum dimakan. Sayuran yang dikukus lebih baik daripada yang direbus, karena dapat mempertahankan nutrisi utama yang baik untuk otak.

sumber : http://www.kulinet.com/baca/buah-dan-sayuran-untuk-anak/161/

Senin, 25 Juli 2011

MANFAAT ES KRIM


Ice cream rasa apa yang paling Anda suka? 
Vanilla, cokelat, strawberry, durian, nanas, pisang atau mixed?
Ice Cream, dari namanya saja terbayang sejuta kelezatannya. Setiap anak pasti suka nikmatnya ice creamBahkan anak-anak merengek dengan sekuat tenaga saat ingin dibelikan ice cream. Namun banyak juga orang tua yang melarang anaknya makan ice cream hanya karena sedang flu atau takut anaknya terlalu gemuk.
Anda berpikir ice cream membuat flu Anda semakin parah? Atau Anda menghindari ice cream karena takut gemuk? Wah, kalau begitu Anda rugi sekali. Baca artikel ini sampai habis, karena ice cream sangat baik untuk kesehatan Anda.
Manfaat Ice Cream
1. Kandungan kalsium pada ice cream bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.
2. Bergizi tinggi dan tidak membuat gemuk
Ice cream memang mengandung lemak, terutama lemak jenuh. Hal itu menyebabkan banyak orang menghindariice cream karena takut gemuk. Padahal, kontribusi energi ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.
3. Tak Menyebabkan Pilek
Ice cream bukan penyebab batuk pilek. 
Sebab, ketika masuk ke mulut, ice cream dengan segera akan meleleh. Pelelehan ice cream dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat ice cream masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.
4. Antitumor dan HIV
25%-30% kandungan ice cream adalah susu. Susu tersusun dari Laktoferin, yang memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh non-spesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas Antiviral, terutama terhadapcytomegalovirus, influenza, dan HIV.
Manis, lezat, bergizi tinggi pula. Apakah Anda masih ragu untuk makan ice cream? Jangan lupa sajikan ice creamsebagai kudapan sehat Anda.

RESEP MEMBUAT ES KRIM

Bahan Dasar
475 ml  Sahne (cream/kepala susu)
125 ml  Susu cair (atau bisa juga santan kelapa)
4  butir telur
100 ml  gula (lebih bagus lagi kalau feiner Zucker / gula halus)
1 sendok teh vanilli
Rasa
Terserah Anda (apokat, coklat/Blockschokolade, Erdbeer/strawberry, pisang, etc.).
contoh : 1 buah apokat
Alat
blender
freezer / Gefrierfach, Gefriertrühe
panci kecil
wadah es krim
kompor
Cara Pembuatan
Adonan 1
Apokat diblender, kemudian ditaruh ke dalam panci. Masukkan Sahne dan susu/santan. Seluruhnya dipanaskan pelan-pelan sambil terus diaduk (Elektroherd : angka 2). Jika sudah panas (gelembung udara mulai naik), panci diturunkan.
Adonan 2
Telur (kuning+putihnya), gula, dan vanili diblender (dikocok). Lalu dituangkan ke dalam panci berisi adonan 1.
Semuanya kemudian dipanaskan lagi, sambil diaduk terus hingga mengental.
Setelah kental, dituangkan ke dalam wadah es krim (rantang atau sejenisnya) ditaruh ke dalam kulkas (Kühlschrank) selama 3-4 jam.
Setelah itu dipindahkan ke dalam Freezer ( Gefrierfach ) , setiap 1 jam diaduk, supaya tidak terjadi pengkristalan es. Setelah 3-4 kali pengadukan ( = 3..4 jam) menurut pengalaman tidak perlu lagi diaduk. 
Jika es krim yang jadi terlalu keras/liat, sebaiknya 10 menit dikeluarkan sebelum disantap

Sabtu, 23 Juli 2011

Anak Batuk-batuk Saat Panik atau Dimarahi, Waspadai Asma

Jakarta, Batuk membandel termasuk salah satu gejala asma pada anak. Bedanya dengan batuk biasa, batuk membandel karena asma bisa sembuh sendiri tapi bisa memburuk pada kondisi tertentu misalnya di malam hari dan saat panik atau dimarahi orangtua.

Orangtua harus waspada jika anaknya rewel saat batuk, lalu memburuk ketika dimarahi. Apabila tidak diatasi, kondisi ini bisa makin parah dan memicu serangan asma yang ditandai dengan warna biru di sekitar mulut (sianosis), bahkan bisa sampai muntah.

"Batuk-batuk yang menandakan bahwa anak punya asma biasanya memburuk saat dimarahi. Kalau sudah begitu, jangan dimarahi terus," ungkap dr Emma Nurhema SpA, dokter anak dari RS Persahabatan dalam Talk Show You Can Control Your Asthma di RS Persahabatan, Rawamangun, Kamis (9/6/2011).

Tanda-tanda lain yang membedakan batuk karena asma dengan batuk biasa menurut dr Emma adalah sebagai berikut.


  1. Memburuk (makin berat) di malam hari atau menjelang subuh
  2. Mengganggu tidur
  3. Kadang sampai muntah
  4. Punya riwayat alergi di keluarganya
  5. Ada faktor pencetus misalnya debu, cuaca atau makanan tertentu
  6. Terjadi usai beraktivitas
  7. Gejala bisa membaik sendiri meski tidak diobati.

Meski mengindikasikan bahwa anak memiliki asma, orangtua tidak perlu panik ketika menemukan gejala-gejala di atas. Pemeriksaan penunjang seperti tes darah untuk melihat seberapa besar bakat alergi yang dimiliki si anak tidak perlu buru-buru dilakukan.

Menurut dr Emma, yang paling mendesak untuk dilakukan adalah mengenali faktor pencetus. Jika sudah bisa dikenali, maka cara paling ampuh untuk mencegah serangan asma adalah menghindari faktor pencetusnya dan jika perlu diberi obat-obatan pengontrol.

Tes penunjang seperti tes alergi di atas bisa dilakukan kapan saja untuk memastikan bakat alerginya. Uji fungsi paru dengan spirometer juga tidak mendesak untuk dilakukan, bisa ditunda asalkan faktor pencertusnya sudah diketahui dan bisa dihindari.

Gejala asma pada anak juga tidak selalu berlanjut hingga dewasa. Menurut dr Emma, 80 persen gejala asma pada anak akan mulai berkurang secara bertahap ketika masuk usia remaja dan bisa berhenti sama sekali meski sewaktu-waktu bisa kambuh lagi dengan faktor pencetus yang berbeda.



Sumber : 

http://health.detik.com/read/2011/06/09/160459/1656939/764/anak-batuk-batuk-saat-panik-atau-dimarahi-waspadai-asma?l991101755